Foto : Pixabay Menjadi orang tua di era milenial seperti sekarang ini mempunyai tantangan tersendiri. Pengawasan yang ekstra hati-hati harus dilakukan saat mengasuh anak yang kini dibarengi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Misalnya saja tentang kecanggihan akses internet yang bisa dijangkau dalam genggaman tangan atau kemudahan mobilitas dengan banyaknya kendaraan yang tersedia. Salah satu yang ingin saya bahas di sini adalah kecanggihan mengakses internet yang hanya dalam genggaman tangan. Ya, di era milenial ini smartphone atau telepon pintar sudah menjadi barang lazim yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Semua menjadi mudah. Segala hal bisa dilakukan secara on-line , entah itu belanja, menabung, belajar, jual-beli, dan sebagainya. Kecanggihan teknologi dalam smartphone/ HP bagai dua sisi mata uang. Bagi orang yang tepat menggunakannya, smartphone menjadi barang yang harus dimiliki. Berbeda jika yang...
Hari ini aku berkunjung ke rumah Ibu yang berjarak sekitar 15 km dari rumahku. Beruntung aku memiliki jodoh tetangga desa, jadi tak perlu repot jika kangen dengan orang tua. Hanya dengan meminta izin kepada suami, aku bisa dengan mudah berkunjung ke rumah mereka. Bersama suami tentunya. Seperti biasa saat hendak pulang kembali ke rumah, aku menyempatkan diri berbelanja keperluan dapur di warung milik Bi Inah, tetangga ibuku. Aku berniat membeli beberapa sayuran dan lauk lain untuk mengisi kulkas. Persiapan untuk beberapa hari ke depan. "Bi, beli ...," aku mengeraskan suara di depan sebuah warung. Ah, sebenarnya kurang etis kalau menurutku cara seperti ini, yang bertujuan untuk memanggil si empunya warung. Tetapi, memang sudah dari dulu kebiasaan di daerah asalku ini. Berbeda dengan tempat tinggalku yang sekarang. Orang-orang di desa tempatku tinggal, selalu memberi salam saat bertandang ke warung atau toko. "Assalamu'alaikum ...," kucoba cara lain untuk mem...
Wah keren
BalasHapusKeren 👍 kakak sudah sabtu aku belum nulis 😌😌
BalasHapusSemangat nyusul
HapusKeren kak,idenya krratif sekali
BalasHapusAku tadinya mau in ceritanya wkwkwk
BalasHapusHihi keduluan
HapusMantap kakak
BalasHapus#semangat
Semangat juga
HapusWah hebat mbak...akhirnya menemukan alasan mengapa bawang merah dan bawang putih selalu bersama
BalasHapusHaha ngarang bebas
HapusKeren kak
BalasHapusKeren, bener ya apalagi kalau diuleg jadi sambal mantah. enak
BalasHapusMaknyuss
HapusKeren kak
BalasHapusTerima kasih
HapusBersama kita pasti bisa, ya kak hehe
BalasHapusHehe pastinya
Hapusbaguuus nih ide nya hehehee
BalasHapussalam dari Kairo, silahkan mampir jg ke blog saya hehe jagan lupa difollow :)
Insyaa Allah
HapusOkey
BalasHapusKok pada bagus2 ya bercerita mengenai cerita rakyat.
BalasHapusIde keren. Semangat kak^^
BalasHapusKeren kak
BalasHapusBagus banget umm, salam kenal aku amanda dari grup london
BalasHapusTernyata cobek itu ibunya duo bawang.. inspiratif mbak.. hehe
BalasHapusKereeen.
BalasHapus