Postingan

Menampilkan postingan dengan label OPINI

Banyak Yang Harus Dipelajari saat Menjadi Ibu Rumah Tangga

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, saya melihat tulisan di beranda Facebook yang membahas foto screenshoot sebuah story WA dari seorang remaja. Di foto itu, tertulis story WA kurang lebih seperti ini,  "Gua capek sekolah, pengin nikah aja diem jadi ibu rumah tangga, biar nggak ada tugas sekolah lagi. #siapdilamar #nikahmuda #mamahmuda". Dalam tulisan satir itu, intinya membahas bahwa menjadi ibu rumah tangga tidak seperti yang dibayangkan remaja tersebut. Kolom komentar pun dipenuhi pendapat ibu-ibu lain yang sependapat. Saya, yang juga ibu rumah tangga pun ikut gemas, ingin berkomentar.  Seandainya dia tahu bahwa menjadi ibu rumah tangga justru banyak yang harus dipelajari, bukan sekadar tugas sekolah. Ada banyak yang awalnya tidak tahu, justru baru diketahui saat sudah menikah dan memiliki anak. Pengalaman pribadi, saat masih gadis, belum tahu rasanya memikirkan menu apa yang akan dimasak sebagai hidangan makan makan pagi, siang, dan malam. Belum lagi cara memasaknya. Itu baru satu ...

Waktu Terbuang Karena Aplikasi

Gambar
Foto : Pixabay Ponsel pintar dengan banyak ragam aplikasi memang menjadi satu benda yang paling disukai setiap orang. Bukan hanya disukai, namun juga dicintai. Satu benda yang orang tidak akan pernah lepas darinya. Tidak ada waktu semenit pun yang terlewati tanpa menggenggamnya, atau sekadar menengoknya.  Era digital yang kita alami sekarang memang tak mungkin lepas dari ponsel pintar. Suatu kebutuhan memang akan lebih mudah jika dibantu dengan aplikasi di ponsel pintar. Ketika kita butuh belanja kebutuhan, tinggal klik saja aplikasi toko online. Ketika kita butuh kemudahan dalam transaksi digital, aplikasi mobile banking atau aplikasi pembayaran lain, dengan mudah dapat membantu. Ketika kita butuh hiburan untuk melihat video, ragam aplikasi menyuguhkan tayangan yang sukses bisa membuat kita tertawa. Ribuan aplikasi bebas kita pilah-pilih untuk kita pasang di perangkat ponsel.  Seperti halnya banyak hal di dunia ini, aplikasi yang ada di ponsel kita pun memiliki dua sisi. Sepe...

KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI

Gambar
Pandemi yang disebabkan oleh virus covid -19 memang telah merubah beberapa pola kehidupan manusia. Tak terkecuali dalam dunia pendidkan. Kebijakan pendidikan di masa pandemi mengharuskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah diganti dengan kegiatan belajar online yang dilakukan di rumah. Hal ini tentu membawa dampak tersendiri bagi beberapa pihak yang terlibat, yaitu guru, murid, dan wali murid. Bagi  para guru, kegiatan belajar secara online tentunya menuntut pengetahuan teknologi yang lebih luas. Penguasaan beberapa aplikasi wajib dimiliki oleh para guru guna memudahkan  tugasnya dalam mengkoordinir tugas dari para siswa. Misalnya saja, aplikasi Google Classroom. Bagi para guru yang melek teknologi, mungkin hal ini bukan masalah besar. Namun, berbeda bagi para guru di pedesaan dengan akses internet terbatas dan mungkin  juga penguasaan akan aplikasi yang kurang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Bagi para murid, kebijakan sekolah di rumah membuat m...

NEW NORMAL, SEBUAH HARAPAN DENGAN KETERBATASAN

Gambar
Pandemi virus corona yang melanda dunia  telah melumpuhkan  beberapa aspek kehidupan manusia. Semua kegiatan manusia dalam berbagai bidang terpaksa berhenti. Kegiatan prekonomian menjadi terganggu dengan ditutupnya pasar, toko, pusat perbelanjaan lain, bahkan tempat wisata. Mobilitas manusia yang dibatasi, mau tak mau pun membuat kegiatan transportasi  melemah dan membuat penurunan pendapatan bagi penyedia jasa transportasi. Kegiatan pendidikan terganggu dengan ditutupnya sekolah. Walaupun diganti dengan pembelajaran melalui sistem on line,tetap saja hal ini sedikit berdampak kurang baik bagi para peseta didik. Kita tentu tahu, bahwa tidak semua orang bisa menerima pembelajaran berbasis on line seperti ini. Masyarakat kampung yang terbatas sarananya, tidak sepenuhnya bisa mengikuti sistem pembelajaran ini. Kalau pun bisa mengikuti, ada kendala lain yang mengikuti. Yaitu, tidak semua orang tua wali murid berkompeten untuk mengajari anaknya bersekolah di rumah.  Hal in...

PENTINGNYA ADAB SEBELUM TIDUR 2

Gambar
Foto : Pixabay Beberapa waktu yang lalu, pernah membaca sebuah berita di laman media sosial tentang seorang anak yang tewas ketika tidur karena digigit ular welang/ weling. Sungguh peristiwa  yang cukup mengenaskan,  mengingat  kejadian ini tentunya sangat tidak terduga. Ketika sedang dalam keadaan tidak sadar,  ternyata ada bahaya yang mengancam.  Sama, seperti kejadian yang aku ceritakan di postingan sebelumnya, ketika telinga suami kemasukan serangga saat sedang tertidur, sehingga merasa kesakitan. https://anisasustianing.blogspot.com/2020/05/pentingnya-adab-sebelum-tidur.html?m=1 Hal-hal tak terduga seperti inilah yang perlu kita waspadai dan perlu diantisipasi agar tidak terjadi.  Bagaimana caranya?  Yaitu dengan cara melaksanakan adab-adab sebelum tidur. Adab pertama adalah membersihkan tempat tidur.   Membersihkan tempat tidur bukan hanya benar secara logika untuk mencegah apa-apa yang sekiranya berbahaya bagi diri kita seperti hewan,...

PENTINGNYA ADAB SEBELUM TIDUR

Gambar
Foto : Pinterest Semalam sekitar pukul dua dini hari hari, terjadi insiden yang cukup membuat panik. Saat itu aku belum tidur setelah mengerjakan tantangan menulis seperti biasa,  dan menyimak FBG Matrikulasi IIP, dan sama sekali tidak merasa ngantuk lagi.   Mau tidur rasanya tanggung,  nanti bangun sahurnya kesiangan. Akhirnya memutuskan untuk berbaring di samping suami yang sudah tertidur di dipan ruang tengah.  Sambil menyalakan alarm dan sedikit membangunkannya,  aku berkata,  "Bi,  nanti Ummi bangunin kalau telat sahur." Suami yang masih ngantuk menjawab dengan suara yang tidak jelas. Namun,  tiba-tiba suami berteriak,  " Aaahh ...apa ini?  Telingaku kemasukan sesuatu!" Sontak aku kaget dan ikut berteriak. Dalam hati sempat berpikir mungkin suami lagi ngigau,  tapi setelah lampu dinyalakan ternyata benar dia sedang memegangi telinga,  menutup, dan menarik-narik telingannya.   ...

TAAT ATURAN SALAT DI RUMAH

Bulan Ramadhan kali ini sungguh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Euforia kemeriahan untuk menyambut bulan mulia sedikit berkurang. Suasana pun sedikit murung karena pandemi corona yang sedang melanda sebagian besar belahan dunia.  Tak terkecuali Indonesia. Banyak spekulasi beredar di tengah masyarakat menjelang Ramadhan kali ini.  Menebak-nebak apakah salat tarawih juga dihimbau untuk dilaksanakam di rumah seperti salat lainnya yang lebih dulu mendapat aturan ini. Kebanyakan orang merasa "galau" dengan keadaan ini. Mereka merasa kurang afdhal jika melaksanakan salat tarawih di rumah.  Entah itu karena tidak semangat,  takut salah,  atau bahkan menganggap pahalanya akan berkurang. Masyarakat di daerah yang belum terlalu terdampak corona mungkin yang paling enggan untuk menerima himbauan pemerintah untuk salat di rumah.  Mereka berpikiran bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku untuk kawasan red zone pandemi Corona.  Di daerah tempat tinggal saya sala...

TURUNKAN STANDAR IDEALISME AGAR TETAP WARAS

Gambar
Foto : Pixabay Sebagai ibu,  tentunya kita ingin agar anak-anak menurut ajakan kita. Misalnya saja, saat jam makan tiba, maka kita menginginkan agar anak makan bersama kita.  Atau, ketika waktu mandi telah tiba,  kita pun menginginkan agar anak segera mandi.  Begitu pula saat mengajak anak belajar, keinginan agar anak serta merta belajar seperti mau kita,  pasti menjadi hal yang lumrah.   Namun,  terkadang setiap keinginan belum tentu akan terlaksana seperti yang dibayangkan.  Adakalanya anak ogah-ogahan membuka mulut untuk menelan makanan.  Sering pula anak tetap asyik bermain saat air untuk mandi sudah siap. Bahkan sering kali alat belajar yang telah kita siapkan hanya dipegang atau diperhatikan sebentar saja,  untuk kemudian memilih aktivitas lain. Begitulah realita yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi.  Keadaan yang berbanding terbalik dengan rencana,  sedikit banyak pasti mempengaruhi mood ...

BOLEHKAH IBU MARAH?

Gambar
Flyer Kulwap Bedah Buku Don't Be Angry,  Mom Setiap orang pasti pernah marah.  Begitu pun dengan seorang ibu.  Siapa yang biasanya dimarahi oleh ibu?  Ya,  sudah pasti anaknya. Banyak ibu yang memarahi anaknya karena berbagai alasan.  Entah itu anak rewel,  anak nangis, anak bandel,  dan sebagainya.  Saya yang seorang ibu dua orang balita dengan usia cukup dekat menyadari,  betapa sering saya meluapkan emosi dengan kemarahan. Alasan kemarahan biasanya karena kejailan si kakak kepada adiknya.  Sulit sekali mengontrol kemarahan,  ketika melihat si kakak menyiram air kepada adiknya atau memukulnya.  Banyak artikel tentang parenting yang sudah saya baca tentang mengotrol emosi terhadap anak. Namun,  tetap saja sulit sekali menahan nada tinggi meluncur dari mulut kala emosi menyerang.  Kemarin pun saya mengikuti kuliah Whats'App Bedah Buku Don't Be Angry, Mom karya dr.  Nurul Afifah sebagai...

HIKMAH BELAJAR DI RUMAH

Sudah lebih dari satu minggu himbauan #dirumahaja untuk mencegah penyebaran virus corona diberlakukan.  Anak-anak sekolah masih dengan kegiatannya belajar di rumah.  Atau mungkin hanya bermain-main.   Banyak cerita dan fenomena yang terjadi atas kebijakan libur sekolah dadakan ini. Banyak ibu-ibu yang mendadak pusing karena harus mendampingi dan mengajari anak-anaknya pelajaran serta mengerjakan berbagai tugas sekolah via online. Mereka biasanya orang tua yang cenderung "menyerahkan sepenuhnya" anak-anak mereka kepada pihak sekolah. Mungkin juga orang tua yang kurang cakap dalam menjelaskan pelajaran, walaupun sebenarnya bisa.  Ada pula ibu-ibu yang katanya,  susah mengendalikan emosi,  berteriak kepada anak demi mengajari mereka belajar. Namun,  tak sedikit ibu-ibu yang tetap stay cool,  membersamai anak dengan berbagai kegiatan permainan edukatif untuk anak-anaknya selama belajar di rumah.   Apa pun itu,...