Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tantangan ODOP Batch 7

BIOGRAFI - RIANA, Sang Pahlawan Devisa.

Gambar
Riana, terlahir di kota telur asin pada tanggal 11 November 1986. Ia adalah sulung dari tiga bersaudara. Keadaan ekonomi keluarga yang sederhana membuatnya hanya bisa mengenyam pendidikan sampai di tingkat Sekolah Menengah Pertama. SMP Negeri 1 Larangan menjadi almamaternya. Ia pun harus ikhlas mengubur paksa cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter. Hingga waktu dan keadaan membawanya pada keputusan untuk menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita di usia yang masih sangat muda. Seorang single parent yang tangguh, dengan tiga putri sebagai belahan jiwa. Mereka adalah Chaesya Bunga Widyana berusia 12 tahun, Kaeyla Dwi Reviana berusia 8 tahun, dan Wulan Tri Salvina Fatiya 19 bulan. Putri ke tiganya yaitu Wulan,  adalah seorang anak special penyandang Down Syndrom. Perempuan asli Brebes ini sudah kenyang wara-wiri di negeri orang. Hampir sepuluh tahun Ia menjejakkan kaki di Singapura dan Taiwan, sebagai seorang pahlawan devisa. Penguasaannya pada Bahasa Mandarin membuatnya per...

BIOGRAFI - RIANA, Sang Pahlawan Devisa.

Riana, terlahir di kota telur asin pada tanggal 11 November 1986. Ia adalah sulung dari tiga bersaudara. Keadaan ekonomi keluarga yang sederhana membuatnya hanya bisa mengenyam pendidikan sampai di tingkat Sekolah Menengah Pertama. SMP Negeri 1 Larangan menjadi almamaternya. Ia pun harus ikhlas mengubur paksa cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter. Hingga waktu dan keadaan membawanya pada keputusan untuk menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita di usia yang masih sangat muda. Seorang single parent yang tangguh, dengan tiga putri sebagai belahan jiwa. Mereka adalah Chaesya Bunga Widyana berusia 12 tahun, Kaeyla Dwi Reviana berusia 8 tahun, dan Wulan Tri Salvina Fatiya 19 bulan. Putri ke tiganya yaitu Wulan,  adalah seorang anak special penyandang Down Syndrom. Perempuan asli Brebes ini sudah kenyang wara-wiri di negeri orang. Hampir sepuluh tahun Ia menjejakkan kaki di Singapura dan Taiwan, sebagai seorang pahlawan devisa. Penguasaannya pada Bahasa Mandarin membuatnya pernah menjadi...

AKU MEMILIHMU (Episode 5, Ending)

Aroma harum teh menguar memenuhi rongga hidung. Secangkir minuman favoritku yang cukup memberikan energi positif di pagi hari. Kusesap sisa cairan manis itu hingga tandas sebelum meraih ransel. Pagi hujan tak menyurutkan langkahku untuk berangkat kerja. "Mas Amar,  nanti sore jemput Mbak Salma di stasiun?" Nayla menyusulku di ambang pintu sebelum mesin sepeda motor sempat kunyalakan. "Iya,  biar nggak bolak-balik. Pulang kerja langsung jemput dia," jawabku seraya mengancingkan mantel pelindung hujan. "Ya udah. Nggak mampir kemana-mana kan?" tanyanya lagi. "Mampir ambil cincin," jawabku singkat. Hari pertunanganku dengan Nida sudah ditentukan.  Segala persiapan telah tersedia demi bertandang ke rumahnya,  mempertemukan dua keluarga. Keyakinan dalam hati untuk menyuntingnya menjadi istriku telah mantap setelah izin kukantongi dari ayahnya. Sebuah kepuasan tersendiri ketika berhasil menaklukan rasa gugup bertemu calon mertua. Bab pertama kehid...

AKU MEMILIHMU (Episode 4)

Sepertiga malam yang sunyi. Hanya sesekali terdengar kokok ayam jantan membangunkan hamba yang terlelap dalam buaian hangat selimut. Aku masih bersila di atas sajadah merah di ruang sholat rumahku. Sedikit cahaya masuk dari lampu di ruang tengah yang kubiarkan menyala. Suasana temaram membuatku lebih khusyuk dalam memanjangkan doa. Dua rakaat istikharah telah kutunaikan setelah sebelumnya bertahajud dan witir. Ada banyak doa dan harapan yang tengah kupanjatkan kepada-Nya. Kegalauan atas pilihan jodoh membuatku enggan beranjak dari tempat ini. Aku butuh jawaban atas kegelisahan ini. Ada getar setiap kali aku membayangkan Nida. Entah kenapa hatiku condong untuk memilihnya. Kebiasaan baru kami berdiskusi berbagai macam masalah melalui ruang chatting ,  membuatku tak bisa melupakannya. Seperti ada yang kurang saat sehari saja aku tak menyapanya. Dia pun seakan memberi lampu hijau saat meladeni chat yang aku kirim terlebih dahulu.   ' Aku tidak mau ini berlangsung...

AKU MEMILIHMU (Episode 3)

"Mas Amar,  aku mau berangkat sekolah lebih pagi hari ini," ucap adikku Nayla saat aku masih asyik menonton berita pagi di layar televisi. Kulirik adik bontotku yang telah rapi memakai seragam sekolah. "Memang kenapa?" tanyaku seraya mengalihkan pandangan ke layar kaca lagi. "Ada jam tambahan,  tapi sebelum pelajaran biasa, jadi disuruh lebih pagi," jelasnya kemudian. "Ya udah,  berangkat aja gih . Udah ada sarapan kan?" tanyaku. "Belum ada, aku nggak sempet. Siapin aja sendiri ya,  atau sarapan di luar. Okey ?" Nayla mengerlingkan matanya seakan memberi tanda agar aku setuju. Aku hanya mengangguk mendengar celotehannya. Waktu terasa begitu cepat, menyadari dia sudah berubah menjadi gadis remaja yang cantik. Dia telah mandiri sebelum waktunya. Keadaan memaksa kami untuk saling membantu dan menyadari tugas masing-masing.   Mengisi hari dengan tanggung jawab dan pengorbanan. Ya,  aku dan kedua adikku telah lama ditinggal wafat orang...

AKU MEMILIHMU (Episode 2)

Gedung bergaya minimalis ini masih sepi dari aktivitas. Lobi kantor yang terlihat indah dengan penempatan bunga kertas di sudut ruang menyambutku dan Doni. Satu dua pegawai mulai berdatangan ketika aku mulai mengakrabkan diri dengan ruangan yang lebih dalam khusus pegawai. "Nanti Mas Amar dan Mas Doni ikut breefing ya. Biasa kita menjelang aktivitas ada breefing pagi dulu," ucap salah seorang karyawan wanita bagian personalia. Aku ingat dia kemarin turut hadir dalam tes wawancaraku. "iya, Bu," ucapku dan Doni hampir bersamaan. "Waduh,  dipanggil 'Bu'? Jadi terkesan tua saya," candanya kemudian,  "di sini kita panggilannya Mas dan Mba,  entah itu lebih tua atau muda,  tetap memanggil Mas dan Mba,  jadi panggil aku Mba Devi ya." Kami pun tertawa kecil mendengar penjelasan panjang Mba Devi. Paling tidak ada kesan yang menyenangkan untuk hari pertama kerja ini. Niatku untuk berkerja mencari penghasilan tetap demi menghidupi kedua adikku l...

PENGALAMAN BERHARGA DI ODOP BATCH 7

Seleksi ODOP Batch 7 hampir selesai. Tersisa satu pekan lagi menjelang kelulusan siapa yang akan terus bertahan hingga bisa menjadi keluarga besar komunitas kepenulisan ODOP (One Day One Post). Hampir dua bulan lamanya para peserta ODOP Batch 7 mengikuti seleksi dengan non-stop memposting tulisan di blognya masing-masing setiap hari. Aku sendiri benar-benar merasakan pengalaman berharga dengan mengikuti ODOP Batch 7 ini. Selama hampir dua bulan, aku memposting tulisan di blog. Ini membuatku terbiasa menulis dan semakin lancar merangkai kata.  Dulu susah sekali menulis banyak,  sekarang sudah lebih terbiasa.  Karena seleksi ini mewajibkan posting tulisan minimal lima paragraf per hari. Awal mengikuti ODOP Batch 7 ini, aku sempat ragu. Ya,  karena syarat posting tulisan adalah di blog.  Sedangkan aku sendiri belum mempunyai blog dan tidak tahu bagaimana caranya nge-blog .  Sempat minder juga karena para peserta terlihat sudah lebih dulu menguasai dunia blog...

AKU MEMILIHMU

Sinar hangat mentari belum jua nampak di ufuk timur.  Titik-titik embun masih terasa dingin kala aku menapakkan kaki di rerumputan halaman. Asap putih terlihat mengepul dari atap dapur rumah tetangga kanan-kiri yang berjarak tanah pekarangan dengan rumahku.  Manandakan si empunya sedang mempersiapkan segalanya untuk mengawali hari ini. Pagi khas pedesaan di kaki bukit ini begitu damai.  Tidak ada deru kendaraan yang berlalu-lalang,  hanya sesekali melintas sepeda motor di jalanan depan rumah. ' Masih banyak waktu yang kupunyai untuk menyalurkan hobiku ,' pikirku. Berbekal cangkul, sepatu boot, dan beberapa ikat bibit pohon albasia,  aku bergegas menuju kebun. Ada agenda yang harus kutunaikan pagi ini sebelum berangkat untuk pekerjaan baru. Satu per satu aku mulai menancapkan bibit pohon di tanah yang telah kugali. Rasa senang dan bersemangat mengiringiku melakukan hobi ini.  Entah,  seperti ada kepuasan tersendiri ketika melihat tiap jengkal tanah te...

APA ISI MEDSOSMU?

Setiap orang pasti memiliki hobi dan minat masing-masing.  Ada yang hobi masak,  menjahit,  kerajinan tangan, otomotif,  dan masih banyak lagi. Oh iya,  tak ketinggalan, menulis. Hal ini sedikit banyak mempengaruhi isi dari media sosial orang tersebut.  Ya, media sosial memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Bisa dikatakan medsosmu, cerminan dirimu. Orang yang hobi memasak,  sudah bis dipastikan isi di beranda media sosialnya adalah berkaitan dengan masakan. Orang yang hobi menjahit, beranda media sosialnya pun penuh dengan aneka bahasan tentang dunia menjahit.  Begitu seterusnya. Semua tergantung dengan minat, hobi, dan dunianya masing-masing. Sebenarnya sah-sah saja mengisi beranda media sosial kita dengan hal yang sesuai dengan minat kita. Bukan hal yang salah juga jika bergabung dalam grup-grup di media sosial sesuai kegemaran kita. Yang terpenting adalah,  kebermanfaatan darinya. Jadikan isi dari media sosial kita bermanfaat...

EMAK-EMAK DAN GADGET

Zaman sekarang siapa yang tidak kenal gadget ? Hidup tidak lengkap rasanya tanpa memegang gadget .  Di mana pun berada gadget tidak boleh tertinggal. Setiap kalangan menggunakannya untuk sarana komunikasi, usaha, atau hanya sekadar untuk bermain-main. Tak terkecuali bagi Emak-Emak.  Emak-Emak era milenial pasti sangat akrab dengan benda pipih berteknologi ini. Ada sebagian dari mereka yang menggunakannya sebagai sarana berjualan on-line ,  atau populer dengan sebutan olshoper.  Ada pula yang menggunakannya sekadar untuk eksis, hobi berfoto selfi, atau bahkan update status kegalauan di sosial media mereka.  Gadget ibarat dua sisi mata uang. Ada manfaat yang didapat olehnya,  namun ada pula keburukan yang bisa terjadi saat bergadget-ria . Nah,  bagi Emak-Emak manakah yang akan dipilih?  Apakah akan menggunakan gadget untuk hal bermanfaat atau hanya sekadar bermain-main yang mungkin saja bisa meimbulkan keburukan? Gadget dapat bermanfaat ...

HUJAN DERAS

Batinku bergemuruh,  ingin rasanya memaki semua orang yang hadir di ruangan ini. Namun, itu tak dapat kulakukan, tenggorokan seakan tercekat. Hanya lelehan air dari sudut mata yang kian menderas. Sederas air langit yang tengah tercurah di luar sana.  Tak kuhiraukan suara dari kanan-kiri yang ingin menghibur dan menguatkan agar aku menerima kenyataan ini. "Beginikah yang Ibu inginkan, melihat suamiku tak tertolong?" akhirnya dengan nada tinggi kulontarkan tanya kepada wanita di hadapanku. "Loh,  kenapa malah menyalahkan Ibu? Suamimu seperti ini karena sudah takdir,  bukan karena tidak dibawa ke rumah sakit" timpal ibuku dengan raut muka tak percaya. "Tidak!  Tidak!  Kalau saja kita membawanya ke rumah sakit,  pasti dia akan tertolong ..." lanjutku menahan pedih. Betapa kacau perasaanku  malam ini, berada dalam situasi yang sulit sekaligus menegangkan. Suamiku mengalami kondisi drop , penyakit yang dideritanya memperlihatkan ta...

BERBAGI ITU INDAH

Tempo hari aku menerima sebuah pesan masuk dari seseorang. [Assalamu'alaikum, ini Evi, Mba. Mau ngucapin maksih ya atas baju-bajunya. Maaf baru ngasih kabar,  hapenya habis diperbaiki] Wah,  ternyata kabar yang ditunggu datang juga. Setelah beberapa hari sedikit cemas, apakah barang yang aku titipkan lewat sebuah mobil angkutan pedesaan sudah sampai ke tujuan atau belum. Sebuah kardus berisi beberapa baju layak pakai, tas berbagai ukuran, dan beberapa pasang sepatu juga sandal. Jauh-jauh hari aku sudah berencana menyerahkan barang-barang hasil sortiran itu kepada orang lain melalui tangan Mba Evi ini. Sudah dua kali aku melakukan hal ini atas tawarannya untuk menyalurkan barang-barang itu.  Metode Konmari yang aku terapkan sedikit banyak merubah pola pikirku akan barang. Mencoba menyingkirkan barang yang sudah tidak memberi rasa bahagia. Apa salahnya diberikan kepada orang lain, daripada menumpuk di lemari. Aku pun merasa tidak sayang telah memberikannya kepada o...

PAGI

Jika banyak yang menyukai senja Aku lebih memujanya Memandang semburat merah arunika di ufuk timur sana Ialah sepenggal waktu yang indah Dengan iringin suara kokok ayam yang memecah Padanya juga terdapat berkah Masihkah kau tetap lengah? Padanya Allah perintahkan untuk bertasbih Sebagai penawar jiwa-jiwa yang sedih Sebagai penyempurna hati-hati yang bersih Bedzikir berdoa demi asa yang ingin diraih Ialah pagi Padanya dimulai kesibukan diri Semua berlomba mencari rezeki Mengejar aktivitas duniawi Ialah pagi Sepenggal waktu untuk bercermin diri Akan hakikat kasih sayang Illahi Masihkah lalai untuk mensyukuri? Sajak penikmat pagi dan penyuka arunika. Pemalang,  24 Oktober 2019.

PAGI

Jika banyak yang menyukai senja Aku lebih memujanya Memandang semburat merah arunika di ufuk timur sana Ialah sepenggal waktu yang indah Dengan iringin suara kokok ayam yang memecah Padanya juga terdapat berkah Masihkah kau tetap lengah? Padanya Allah perintahkan untuk bertasbih Sebagai penawar jiwa-jiwa yang sedih Sebagai penyempurna hati-hati yang bersih Bedzikir berdoa demi asa yang ingin diraih Ialah pagi Padanya dimulai kesibukan diri Semua berlomba mencari rezeki Mengejar aktivitas duniawi Ialah pagi Sepenggal waktu untuk bercermin diri Akan hakikat kasih sayang Illahi Masihkah lalai untuk mensyukuri? Sajak penikmat pagi dan penyuka arunika. Pemalang,  24 Oktober 2019.

BELAJAR DARI AYAM

Pernahkah kalian amati seekor ayam? Ternyata banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari binatang dari jenis unggas ini. Apa sajakah itu? Chek it out ! Serius tapi santai, santai tapi serius ya Ga es ! Pertama,  ayam selalu on-time dan konsisten . Seperti yang kita tahu,  ayam jantan selalu berkokok di pagi hari, bahkan sebelum Subuh, yaitu waktu sahur.  Tak pernah meleset waktunya. Ini membuktikan bahwa ayam itu selalu on-time .  Selalu rajin bangun di pagi buta untuk membangunkan orang dari lelap tidur. Jika ayam mempunyai kewajiban beribadah, mungkin ayamlah yang pahalanya paling banyak karena selalu bangun pagi buta untuk sholat malam. Apa kabar kita yang manusia ini? Manusia terkadang tidak selalu tepat waktu dalam memenuhi janjinya.  Kita manusia tidak selalu bangun di sepertiga malam untuk sholat tahajud.  Terkadang pun ada manusia yang suka lalai untuk bangun sholat Subuh bahkan baru beranjak dari tempat tidur ketika matahari sudah ter...

TINGKAT KECERDASAN ANAK ITU BERBEDA-BEDA

Siang tadi saat berselancar di dunia maya,  aku melihat status seorang teman di WA-story nya.  Dalam statusnya, telihat unggahan video anaknya sedang belajar.  Belajar yang super keren menurutku.  Bagaimana tidak,  anaknya yang usianya berjarak hanya lima bulan lebih tua dari anakku yang berusia 4 tahun, sudah pandai mengeja bahkan mungkin membaca.  Terlihat dari video itu yang memperlihat si anak sedang mengetik di laptop --walaupun dengan pelan-- ketika ibunya mendikte sebuah kata.  "LI-MA, hurufnya apa aja?" terdengar suara di video itu. "LI berarti L sama apa ya...," si anak pun menyahut sambil berusaha mencati huruf selanjutnya. "I,  I mana I?" terdengar lagi suara ibunya sambil menuntunnya.  Melihat video itu membuatku otomatis membandingkan dengan anak sendiri. 'Wah pinter banget ya,  lah anakku huruf aja baru hafal beberapa hari kemarin,  belum bisa mengeja,' ucapku dalam hati. Ah,  tapi tunggu.  Setiap anak...

MENGUJI ADRENALIN DI GUNUNG MENDELEM

Gambar
Di postingan Tantangan pekan ke enam  ODOP kemarin,  saya sudah menyinggung tentang Gunung Mendelem atau Gunung Jimat. Ya,  Gunung Jimat yang ada di Desa Mendelem ini,  adalah salah satu dari tiga daya tarik yang ada di Belik, Pemalang, selain obyek wisata Jambe Kembar dan nanas. Seperti yang saya tulis kemarin. Sebenarnya Gunung Mendelem sendiri belum bisa dikatakan gunung, karena tidak memiliki kawah seperti gunung pada umumnya. Maka dari itu ada juga yang menyebutnya sebagai Bukit Mendelem atau Bukit Jimat. Namun, yang lebih sering terdengar adalah penyebutan dengan kata gunung. Gunung Mendelem sendiri berupa bukit / tebing batu raksasa yang mempunyai ketinggian sekitar 1450 mdpl.  Sebagian besar permukaan Gunung Mendelem berupa batu. Dulu kawasan Gunung Mendelem ini masih belum terlalu ramai,  hanya para pendaki yang sudah biasa yang menyambangi puncaknya. Ditambah lagi dengan akses jalan yang rusak,  membuat orang jarang melewati area di ...

CINCIN

Sebuah nada dering tanda pesan masuk terdengar dari ponselku. Segera kuhampiri benda pipih yang tergeletak di kasurku.  Kulihat nama yang tertera. Oh dari dia rupanya. [Kamu bisa nggak beli cincin mainan yang sesuai ukuran jari kamu?] Kubaca pesan yang muncul dari dia. Dia, orang yang kini lumayan dekat denganku.  Tempo hari dia berkunjung ke rumah menemui Bapak.  Secara gentle man sekali meminta anak gadis orang langsung kepada ayahnya.  Bahkan, aku tak berani  menemuinya saat itu.  Kami memang telah kenal satu sama lain.  Dia sering ke tempatku kerja, karena kebetulan pekerjaanku berhubungan dengan pekerjaannya.  Dua bulan kami saling mengenal, dan tak disangka dia mengutarakan niat untuk melamarku. [Buat apa?] balasku singkat. [Aku mau bikin cincin buat nanti hari tunangan. Jadi,  biar cincinnya pas, diukur saja pakai cincin mainan] balasnya kemudian. [Owh gitu, nanti cincin mainannya dititipin ke temen gitu?] [Iya] Ah,  terd...

JAMBE KEMBAR, BUKIT MENDELEM DAN NANAS, DAYA TARIK TERSENDIRI DARI BELIK-PEMALANG

Gambar
Belik adalah sebuah kecamatan paling selatan di Kabupaten Pemalang,  Jawa Tengah. Daerah yang terkenal dengan buah nanasnya ini berbatasan langsung dengan Desa Karang Reja yang sudah mamasuki wilayah Bobotsari, Purbalingga.  Belik sendiri berjarak sekitar 50 km dari pusat kota Pemalang. Belik dulunya adalah daerah yang boleh dibilang sepi dengan pasar yang  kecil, dan bangunan-bangunan vital yang terkesan sederhana.  Namun, kini Belik sudah mulai berbenah. Banyak kemajuan baik dalam segi ekonomi,  pembangunan, maupun pariwisata. Dalam tulisan ini saya akan me-review tempat wisata yang cukup di perhitungkan di Belik,  yaitu Jambe Kembar. Kebetulan beberapa waktu lalu saya sempat mengunjunginya. Jambe Kembar adalah tempat wisata air yang terletak kurang lebih 1 km dari pusat kecamatan Belik.  Berada di pinggir jalan raya utama jalur Puwokerto-Pemalang.  Memiliki view langsung berhadapan dengan bukit mendelem yang menambah keinda...

KEUTAMAAM HARI JUMAT

Besok adalah hari Jumat. Rasanya selalu istimewa jika akan melewati hari Jumat.  Seperti ada yang  beda di hari Jumat,  karena memang terdapat amalan-amalan sunnah yang mesti dilakukan dan akan menjadikan hari Jumat menjadi istimewa.  Sebenarnya Kamis malam seperti ini pun sudah termasuk hitungan hari Jumat berdasarkan penanggalan hijriah.  Karena pergantian hari dalam penanggalan hijriah dimulai saat matahari terbenam pada waktu Maghrib. Apa saja sunnah yang mesti dilakukan agar Jumat menjadi istimewa?  Berikut saya coba berbagi berdasarkan bacaan dari sumber yang terpercaya. 1. Membaca Surat Al Kahfi Hal ini berdasarkan dua hadits berikut, "Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471) “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at,...