Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nonfiksi ODOP

PILIH MANA, DIAPERS ATAU CLODI?

Gambar
Foto : Pribadi Seperti janjiku di tulisan sebelumnya, kali ini aku akan membahas tentang apa saja kekurangan dan kelebihan yang dimiliki clodi dan diapers . Namun,  sebelumnya aku ingin berbagi cerita bagaimana awalnya mengenal clodi atau popok kain cuci ulang ini. Dulu ketika anak pertama lahir,  tiga bulan pertama aku tidak memakaikan anak diapers atau clodi.  Menurutku,  sayang jika terlalu banyak  diapers yang terpakai. Karena,  intensitas pipis dan pup anak bayi yang masih sering. Pasti cepat gonta-ganti diapers nya nanti,  begitu pikirku. Tetapi rupanya si Abi keberatan karena menurutnya repot jika sering terkena najis,  repot kalau mau sholat dan lain-lain.  Akhirnya, aku pun mengalah untuk memakaikan diapers untuk anak.  Keadaan itu berlangsung sampai anak berusia satu tahun lebih.  Siang dan malam diapers tak pernah lepas.  Hingga rasa bosan akan sampah diapers yang menggunung dan kekhawatiran akan lin...

HEMAT DAN MINIM SAMPAH DENGAN CLODI

Gambar
Permasalahan sampah adalah hal yang tidak akan pernah ada habisnya.  Setiap hari di setiap rumah pasti menghasilkan limbah yang sudah pasti menyumbang penumpukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPA).  Masyarakat perkotaan mungkin cukup lega dengan adanya truk sampah yang mengambil sampah di tiap rumah dan menampungnya di TPA.  Berbeda dengan masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan akses, mereka tidak menghimpun sampah untuk kemudian diambil oleh truk sampah. Meski demikian,  masyarakat pedesaan memiliki sedikit kemudahan untuk membuang sampah.  Di pedasaan bisa dengan mudah membuang sampah di pekarangan rumah yang masih terbilang luas.   Namun,  hal ini tentu menimbulkan masalah yang lain lagi.  Berapa banyak sampah yang akan menggunung jika setiap hari ditimbun oleh limbah rumah tangga dengan aneka sampahnya?  Apalagi jika itu adalah sampah yang tidak bisa terurai seperti plastik,  bekas pembalut,  dan sampah d...

ODOP, DARI BLOG HINGGA NICHE BLOG

Gambar
Foto : Pixabay Dunia blogging adalah dunia yang sangat baru buatku.  Awal mengenal blog adalah saat mengikuti Oprec One Day One Post Batch 7. Ya, itulah pertama kali aku membuat blog.  Awalnya sempat ragu ketika akan membuat blog demi mengikuti oprec ini,  karena benar-benar belum pernah membuat blog. Hanya pernah mendengar,  namun belum pernah mengetahui tampilan blog seperti apa.  Apalagi mengetahui serba-serbi di dalamnya. Hingga akhirnya rasa penasaran dan tertantang membuatku melanjutkan ikut oprec ini dan membuat blog sebagai syaratnya. Menulis di blog bukan di media sosial yang lain. Dengan bermodalkan tanya ini-itu kepada Mbak Isnania salah satu PJ ODOP, akhirnya aku bisa membuat blog untuk posting tulisan setiap harinya.  Dua bulan berlalu, oprec ODOP pun mengumumkan peserta yang lulus, termasuk aku.  Senang sekali rasanya menjadi bagian dari komunitas ini. Impian untuk melebarkan sayap di dunia literasi semoga akan terbuka denga...

LULUS TOILET TRAINING? PASTI ADA WAKTUNYA.

Gambar
Foto : Google Tumbuh kembang pada setiap anak --batita maupun balita-- pastilah berbeda-beda. Kemampuan anak dalam hal apa pun,  memiliki waktunya sendiri-sendiri, misalnya saja kemampuan tengkurap,  merangkak,  berdiri,  berjalan, berbicara, dan fase tumbuh gigi.  Bahkan anak yang terlahir dari ibu yang sama pun, tidak menjamin waktu pertumbuhan  yang sama persis. Memiliki dua anak membuatku bisa menyimpulkan demikian.  Karena anak pertama dan anak ke duaku pun berbeda dalam tumbuh kembangnya. Anak pertamaku bisa tengkurap saat berusia tiga bulan,  sedangkan adiknya setelah berusia empat bulan. Begitu pun kemampuan lain seperti merangkak, berdiri, dan berjalan.  Mereka memiliki perbedaan waktu yang cukup kentara dalam setiap fasenya,  yaitu satu bulan.  Hal ini tentu wajar karena semua sudah diatur oleh Sang Pemberi Kehidupan. Yang mungkin kita bisa lakukan adalah menstimulus anak-anak untuk setiap fase tumbuh kembangny...

MENYIASATI ANAK YANG GEMAR BERMAIN HAPE

Gambar
Sumber Foto : Google Beberapa waktu lalu viral sebuah postingan di beranda Facebook tentang cara menghentikan kecanduan anak terhadap gadget .  Dalam postingan tersebut disarankan untuk melukis sekeliling mata anak agar berwarna hitam menggunakan alat make-up ketika anak tertidur di malam hari.  Diharapkan cara itu bisa membuat anak menjadi takut dan jera bermain hape atau gadget . Postingan tersebut pun dilengkapi foto seorang anak yang sedang menangis karena mendapati matanya hitam. Pro-kontra menyusul terkait postingan tersebut. Pihak yang pro mungkin beranggapan bahwa cara itu sebagai ide bagus untuk menakut-nakuti anak agar tidak selalu bermain hape . Sebagian dari mereka berkomentar,  "Boleh dicoba nih,". Adapun pihak yang kontra menyayangkan cara yang ditempuh pembuat postingan tersebut.  Mereka beranggapan bahwa cara tersebut sama saja membohongi anak, membuat mata hitam karena bermain hape padahal sebenarnya warna hitam di area mata hanya seb...