KURBAN TANDA CINTA
Dua minggu menjelang Idul Adha, ada orang bertamu ke rumah. Kulihat ditangannya terdapat satu buah golok. Orang tersebut pun menjelaskan bahwa kedatangannya untuk mengantar golok pesanan suamiku. "Nunggu ya, Pak. Sebentar lagi pulang," ucapku kepadanya. Tak berapa lama suamiku pulang. Mereka pun terlibat obrolan mengenai benda itu, tentang material dan harganya. Hingga akhirnya orang tersebut pulang. "Abi beli golok?" tanyaku sedikit heran. "Iya," jawab suamiku. "Oh, buat nyembelih kurban nanti Idul Adha, ya?" tanyaku kemudian, "emang yang nyembelih nanti siapa?" "Ya nanti ada orang-orang yang bisa, termasuk Abi" jawab suamiku sambil melihat-lihat golok tersebut. "Ih ... kok Ummi ngerasa serem sih, Bi" ujarku sambil meringis. Suamiku memang termasuk panitia kurban di dusun tempat kami tinggal. Setiap tahun dia terlibat mengurusi segala keperluan untuk penyembelihan kurban hingga bertindak sebagai salah satu ...