Foto : Pixabay Menjadi orang tua di era milenial seperti sekarang ini mempunyai tantangan tersendiri. Pengawasan yang ekstra hati-hati harus dilakukan saat mengasuh anak yang kini dibarengi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Misalnya saja tentang kecanggihan akses internet yang bisa dijangkau dalam genggaman tangan atau kemudahan mobilitas dengan banyaknya kendaraan yang tersedia. Salah satu yang ingin saya bahas di sini adalah kecanggihan mengakses internet yang hanya dalam genggaman tangan. Ya, di era milenial ini smartphone atau telepon pintar sudah menjadi barang lazim yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Semua menjadi mudah. Segala hal bisa dilakukan secara on-line , entah itu belanja, menabung, belajar, jual-beli, dan sebagainya. Kecanggihan teknologi dalam smartphone/ HP bagai dua sisi mata uang. Bagi orang yang tepat menggunakannya, smartphone menjadi barang yang harus dimiliki. Berbeda jika yang...
Lebaran tahun ini sungguh berbeda. Social distancing karena pandemi Corona membuat aktivitas di hari raya sedikit terbatas. Silaturahim yang biasanya kita lakukan dengan pertemuan keluarga pun harus ditunda pelaksanaannya. Berkumpul di hari raya tahun ini cukup dengan keluarga inti atau keluarga dekat yang memang selalu bersama sehari-harinya. Bukan keluarga yag datang dari luar kota. Namun begitu, suka cita Idul Fitri tetap kita rasakan. Bagaimanapun Idul Fitri adalah hari raya yang patut kita rayakan walau dengan keterbatasan. Salah satu tradisi untuk merayakannya adalah dengan menghidangkan makanan khas Idul Fitri, seperti kue-kue lebaran, ketupat dan opor ayam, atau makanan lainnya. Ngomong-ngomong tentang ketupat, ini adalah salah satu makanan yang cukup khas. Ketupat mirip lontong, karena sama-sama terbuat dari beras. Yang membuat khas adalah bungkusnya yang terbuat dari daun kelapa atau janur yang dianyam sedemikian rupa dan membentuk sebuah ba...
Wah keren
BalasHapusKeren 👍 kakak sudah sabtu aku belum nulis 😌😌
BalasHapusSemangat nyusul
HapusKeren kak,idenya krratif sekali
BalasHapusAku tadinya mau in ceritanya wkwkwk
BalasHapusHihi keduluan
HapusMantap kakak
BalasHapus#semangat
Semangat juga
HapusWah hebat mbak...akhirnya menemukan alasan mengapa bawang merah dan bawang putih selalu bersama
BalasHapusHaha ngarang bebas
HapusKeren kak
BalasHapusKeren, bener ya apalagi kalau diuleg jadi sambal mantah. enak
BalasHapusMaknyuss
HapusKeren kak
BalasHapusTerima kasih
HapusBersama kita pasti bisa, ya kak hehe
BalasHapusHehe pastinya
Hapusbaguuus nih ide nya hehehee
BalasHapussalam dari Kairo, silahkan mampir jg ke blog saya hehe jagan lupa difollow :)
Insyaa Allah
HapusOkey
BalasHapusKok pada bagus2 ya bercerita mengenai cerita rakyat.
BalasHapusIde keren. Semangat kak^^
BalasHapusKeren kak
BalasHapusBagus banget umm, salam kenal aku amanda dari grup london
BalasHapusTernyata cobek itu ibunya duo bawang.. inspiratif mbak.. hehe
BalasHapusKereeen.
BalasHapus