Foto : Pixabay Menjadi orang tua di era milenial seperti sekarang ini mempunyai tantangan tersendiri. Pengawasan yang ekstra hati-hati harus dilakukan saat mengasuh anak yang kini dibarengi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Misalnya saja tentang kecanggihan akses internet yang bisa dijangkau dalam genggaman tangan atau kemudahan mobilitas dengan banyaknya kendaraan yang tersedia. Salah satu yang ingin saya bahas di sini adalah kecanggihan mengakses internet yang hanya dalam genggaman tangan. Ya, di era milenial ini smartphone atau telepon pintar sudah menjadi barang lazim yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Semua menjadi mudah. Segala hal bisa dilakukan secara on-line , entah itu belanja, menabung, belajar, jual-beli, dan sebagainya. Kecanggihan teknologi dalam smartphone/ HP bagai dua sisi mata uang. Bagi orang yang tepat menggunakannya, smartphone menjadi barang yang harus dimiliki. Berbeda jika yang...
Foto : Pixabay Ada sebuah pepatah yang mengatakan, 'Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Galah'. Secara tersurat, pepatah tersebut sangat bisa diartikan, bahwa kasih ibu sangat banyak atau tak terbatas, sedangkan kasih anak hanya sedikit, sangat terbatas. Ya, tentu saja dengan mengartikan kata 'jalan' dan kata 'galah'. Apakah benar pepatah tersebut? Kita pasti setuju, bahwa pengorbanan seorang ibu memang tak terbatas. Segala yang dilakukannya ikhlas untuk buah hati. Pengorbanan yang ia lakukan mulai dari mengandung selama 9 bulan, melahirkan, menyusui, merawat, dan semua yang ia lakukan untuk membesarkan anak-anaknya tentu tak dapat dirinci dan dibalas oleh kita. Tak akan setimpal berapa pun banyaknya mata uang yang diberikan untuk ibu kita. Tidak dapat dinilai dengan uang semua kasih sayang ibu kita. Namun, ungkapan kasih anak sepanjang galah, apakah ...
Foto : Pinterest Semalam sekitar pukul dua dini hari hari, terjadi insiden yang cukup membuat panik. Saat itu aku belum tidur setelah mengerjakan tantangan menulis seperti biasa, dan menyimak FBG Matrikulasi IIP, dan sama sekali tidak merasa ngantuk lagi. Mau tidur rasanya tanggung, nanti bangun sahurnya kesiangan. Akhirnya memutuskan untuk berbaring di samping suami yang sudah tertidur di dipan ruang tengah. Sambil menyalakan alarm dan sedikit membangunkannya, aku berkata, "Bi, nanti Ummi bangunin kalau telat sahur." Suami yang masih ngantuk menjawab dengan suara yang tidak jelas. Namun, tiba-tiba suami berteriak, " Aaahh ...apa ini? Telingaku kemasukan sesuatu!" Sontak aku kaget dan ikut berteriak. Dalam hati sempat berpikir mungkin suami lagi ngigau, tapi setelah lampu dinyalakan ternyata benar dia sedang memegangi telinga, menutup, dan menarik-narik telingannya. ...
Wah keren
BalasHapusKeren 👍 kakak sudah sabtu aku belum nulis 😌😌
BalasHapusSemangat nyusul
HapusKeren kak,idenya krratif sekali
BalasHapusAku tadinya mau in ceritanya wkwkwk
BalasHapusHihi keduluan
HapusMantap kakak
BalasHapus#semangat
Semangat juga
HapusWah hebat mbak...akhirnya menemukan alasan mengapa bawang merah dan bawang putih selalu bersama
BalasHapusHaha ngarang bebas
HapusKeren kak
BalasHapusKeren, bener ya apalagi kalau diuleg jadi sambal mantah. enak
BalasHapusMaknyuss
HapusKeren kak
BalasHapusTerima kasih
HapusBersama kita pasti bisa, ya kak hehe
BalasHapusHehe pastinya
Hapusbaguuus nih ide nya hehehee
BalasHapussalam dari Kairo, silahkan mampir jg ke blog saya hehe jagan lupa difollow :)
Insyaa Allah
HapusOkey
BalasHapusKok pada bagus2 ya bercerita mengenai cerita rakyat.
BalasHapusIde keren. Semangat kak^^
BalasHapusKeren kak
BalasHapusBagus banget umm, salam kenal aku amanda dari grup london
BalasHapusTernyata cobek itu ibunya duo bawang.. inspiratif mbak.. hehe
BalasHapusKereeen.
BalasHapus