AKU MEMILIHMU (Episode 3)
"Mas Amar, aku mau berangkat sekolah lebih pagi hari ini," ucap adikku Nayla saat aku masih asyik menonton berita pagi di layar televisi. Kulirik adik bontotku yang telah rapi memakai seragam sekolah. "Memang kenapa?" tanyaku seraya mengalihkan pandangan ke layar kaca lagi. "Ada jam tambahan, tapi sebelum pelajaran biasa, jadi disuruh lebih pagi," jelasnya kemudian. "Ya udah, berangkat aja gih . Udah ada sarapan kan?" tanyaku. "Belum ada, aku nggak sempet. Siapin aja sendiri ya, atau sarapan di luar. Okey ?" Nayla mengerlingkan matanya seakan memberi tanda agar aku setuju. Aku hanya mengangguk mendengar celotehannya. Waktu terasa begitu cepat, menyadari dia sudah berubah menjadi gadis remaja yang cantik. Dia telah mandiri sebelum waktunya. Keadaan memaksa kami untuk saling membantu dan menyadari tugas masing-masing. Mengisi hari dengan tanggung jawab dan pengorbanan. Ya, aku dan kedua adikku telah lama ditinggal wafat orang...