Postingan

MEMBIASAKAN ANAK DENGAN ISTILAH ATAU KOSA KATA ISLAMI

Gambar
Foto : Pixabay Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita menegakkan agama yang kita anut. Semua hal dalam kehidupan, kita hubungkan dengan agama. Termasuk dalam hal mendidik anak. Karena, sudah sewajarnya kita yang beragama islam pasti menginginkan anak kita mengenal islam pula sebagai agama mereka. Menegakkan agama bagi anak kecil di bawah usia lima tahun pastilah memiliki cara tersendiri. Alih-alih memaksa mereka untuk beribadah, banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengenalkan agama. Salah satu cara yang bisa kita tempuh adalah dengan mengenalkan istilah-istilah atau kata-kata yang berhubungan dengan agama.  Misalnya saja, kata tidur siang, bisa diganti dengan kata qailulah. Suatu siang, aku mencoba menerapkannya.  "Hanan, habis makan nanti jangan main lagi ya, qailulah aja," ucapku. "Qailulah itu apa, Mi?" tanyanya kebingungan. "Qailulah itu bubuk siang, kalau Hanan qailulah, nanti Hanan jadi sehat, se...

BENARKAH KASIH IBU SEPANJANG JALAN, KASIH ANAK SEPANJANG GALAH?

Gambar
Foto : Pixabay Ada sebuah pepatah yang mengatakan, 'Kasih Ibu Sepanjang Jalan,  Kasih Anak Sepanjang Galah'.  Secara tersurat,  pepatah tersebut sangat bisa diartikan,  bahwa kasih ibu sangat banyak atau tak terbatas,  sedangkan kasih anak hanya sedikit, sangat terbatas. Ya,  tentu saja dengan mengartikan kata 'jalan' dan kata 'galah'.   Apakah benar pepatah tersebut?   Kita pasti setuju, bahwa pengorbanan seorang ibu memang tak terbatas.  Segala yang dilakukannya ikhlas untuk buah hati. Pengorbanan yang ia lakukan mulai dari mengandung selama 9 bulan,  melahirkan, menyusui,  merawat,  dan semua yang ia lakukan untuk membesarkan anak-anaknya tentu tak dapat dirinci dan dibalas oleh kita. Tak akan setimpal berapa pun banyaknya mata uang yang diberikan untuk ibu kita. Tidak dapat dinilai dengan uang semua kasih sayang ibu kita. Namun,  ungkapan kasih anak sepanjang galah,  apakah ...

BIJAKLAH DALAM BERMEDSOS

Gambar
Foto : Pixabay Beberapa hari yang lalu saya melihat berita di salah satu TV nasional, tentang ditangkapnya seorang wanita karena telah menghina seorang Walikota di kota besar di Indonesia melalui akun medsosnya.  Saya sendiri tidak terlalu mengerti kasus yang mungkin sedang viral beberapa waktu ini. Pun dengan ungkapan yang diungkapkan wanita tersebut,  saya tidak mengetahuinya secara jelas. Secara tidak sengaja melihat potongan berita yang bagi saya cukup membuat miris.  Bagaimana tidak,  hanya dengan kata-kata yang tertulis di akun pribadi,  bisa membawa seseorang ke dalam bui. Lebih miris lagi,  ternyata wanita tersebut memiliki anak yang masih balita.  Sungguh, perbuatan yang membuat kerugian besar pada diri sendiri.  Dibui, merasa malu,  dan berpisah dengan anak yang masih kecil.  Sebagai sesama ibu,  saya tahu rasanya berpisah dengan anak. Tentu saja sangat membuat sedih, apa lagi dalam waktu yang cukup lama. ...

ANTUSIAS DAN DEG-DEGAN MENYAMBUT BABAK BARU

Gambar
Pertama kali bergabung dengan Pejuang Literasi pada bulan Agustus 2018, membuatku memiliki semangat baru untuk belajar mewujudkan mimpi.  Mimpi yang dulu hanya dalam angan-angan, kini perlahan bisa diwujudkan.  Paling tidak, itu menurut standard kesuksesanku sendiri.  Ya,  dulu aku selalu ingin bisa menulis dan memiliki sebuah karya. Sebuah tulisan yang dibaca bukan hanya oleh diri sendiri tapi juga orang lain. Setiap kali membaca tulisan di buku,  aku selalu berpikir,  'Bisa nggak ya, bikin kayak gini?'  Melalui Pejuang Literasi, aku bisa memiliki karya dengan bergabung di proyek Nulis Buku Bareng Pejuang Literasi (NBB PL). Alhamdulillah, suatu kepuasan tersendiri.  Masih ingat sekali,  saat buku antologi pertama dalam masa PO,  aku selalu bermimpi mendapat kiriman buku.  Sudah tak sabar melihat namaku tercetak di sebuah buku. Mungkin sedikit berlebihan,  tapi itulah kenyataannya. Perasaan seorang newbie yang baru belajar menu...

7 REKOMENDASI TAYANGAN KARTUN UNTUK ANAK

Gambar
Foto : Google Adakalanya ilmu parenting tidak berjalan sesuai ekspektasi kita. Tidak seideal yang kita inginkan.  Dalam ilmu parenting,  anak sebaiknya tidak perlu menonton televisi, tapi nyatanya kadang ada saat-saat dimana mereka tidak bisa dialihkan untuk tidak menontonnya. Sebagai ibu, tentu serba salah jika kita tidak menuruti keinginan anak. Bisa jadi,  ketika kita tidak menuruti keinginan anak untuk menonton televisi di rumah,  mereka malah pergi ke rumah temannya yang membuat kita tidak bisa mengawasi apa saja yang mereka lakukan. Kalau sudah begitu,  terkadang seoran ibu lebih memilih untuk menuruti keinginan mereka, yaitu menyalakan televisi untuk mereka.  ' Dari pada main nggak jelas,  mending di rumah sajalah ,' kurang lebih seperti itu anggapan para ibu.  Dalam situasi seperti ini,  penting bagi ibu untuk memilihkan tayangan yang baik bagi anak-anak. Tayangan yang sesuai dengan usia mereka, seperti kartun mi...

MOTHERHOOD & HOUSEWIFE, BLOGNYA EMAK DASTER

Gambar
Foto : Pixabay Dunia  blogging  adalah dunia yang sangat baru buatku.  Awal mengenal blog adalah saat mengikuti Oprec One Day One Post Batch 7. Ya, itulah pertama kali aku membuat blog.  Awalnya sempat ragu ketika akan membuat blog demi mengikuti oprec ini,  karena benar-benar belum pernah membuat blog. Hanya pernah mendengar,  namun belum pernah mengetahui tampilan blog seperti apa.  Apalagi mengetahui serba-serbi di dalamnya. Hingga akhirnya rasa penasaran dan tertantang membuatku melanjutkan ikut oprec ini dan membuat blog sebagai syaratnya. Menulis di blog bukan di media sosial yang lain. Dengan bermodalkan tanya ini-itu kepada Mbak Isnania salah satu PJ ODOP, akhirnya aku bisa membuat blog untuk posting tulisan setiap harinya.  Di ODOP ini,  aku lebih bisa mengenal dunia blogging.  Masuk ke kelas nonfiksi dengan program pengoptimalan blog membuatku lebih tahu apa saja yang berkaitan dengan blog. Ternyata,  blog ...

SMARTPHONE DAN REMAJA

Gambar
Foto : Pixabay Menjadi orang tua di era milenial seperti sekarang ini mempunyai tantangan tersendiri. Pengawasan yang ekstra hati-hati harus dilakukan saat mengasuh anak yang kini dibarengi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Misalnya saja tentang kecanggihan akses internet yang bisa dijangkau dalam genggaman tangan atau kemudahan mobilitas dengan banyaknya kendaraan yang tersedia.  Salah satu yang ingin saya bahas di sini adalah kecanggihan mengakses internet yang hanya dalam genggaman tangan. Ya,  di era milenial ini smartphone atau telepon pintar sudah menjadi barang lazim yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Semua menjadi mudah. Segala hal bisa dilakukan secara on-line ,  entah itu belanja, menabung,  belajar,  jual-beli,  dan sebagainya.   Kecanggihan teknologi dalam smartphone/ HP bagai dua sisi mata uang. Bagi orang yang tepat menggunakannya, smartphone menjadi barang yang harus dimiliki. Berbeda jika yang...