Postingan

AKU MEMILIHMU (Episode 5, Ending)

Aroma harum teh menguar memenuhi rongga hidung. Secangkir minuman favoritku yang cukup memberikan energi positif di pagi hari. Kusesap sisa cairan manis itu hingga tandas sebelum meraih ransel. Pagi hujan tak menyurutkan langkahku untuk berangkat kerja. "Mas Amar,  nanti sore jemput Mbak Salma di stasiun?" Nayla menyusulku di ambang pintu sebelum mesin sepeda motor sempat kunyalakan. "Iya,  biar nggak bolak-balik. Pulang kerja langsung jemput dia," jawabku seraya mengancingkan mantel pelindung hujan. "Ya udah. Nggak mampir kemana-mana kan?" tanyanya lagi. "Mampir ambil cincin," jawabku singkat. Hari pertunanganku dengan Nida sudah ditentukan.  Segala persiapan telah tersedia demi bertandang ke rumahnya,  mempertemukan dua keluarga. Keyakinan dalam hati untuk menyuntingnya menjadi istriku telah mantap setelah izin kukantongi dari ayahnya. Sebuah kepuasan tersendiri ketika berhasil menaklukan rasa gugup bertemu calon mertua. Bab pertama kehid...

AKU MEMILIHMU (Episode 4)

Sepertiga malam yang sunyi. Hanya sesekali terdengar kokok ayam jantan membangunkan hamba yang terlelap dalam buaian hangat selimut. Aku masih bersila di atas sajadah merah di ruang sholat rumahku. Sedikit cahaya masuk dari lampu di ruang tengah yang kubiarkan menyala. Suasana temaram membuatku lebih khusyuk dalam memanjangkan doa. Dua rakaat istikharah telah kutunaikan setelah sebelumnya bertahajud dan witir. Ada banyak doa dan harapan yang tengah kupanjatkan kepada-Nya. Kegalauan atas pilihan jodoh membuatku enggan beranjak dari tempat ini. Aku butuh jawaban atas kegelisahan ini. Ada getar setiap kali aku membayangkan Nida. Entah kenapa hatiku condong untuk memilihnya. Kebiasaan baru kami berdiskusi berbagai macam masalah melalui ruang chatting ,  membuatku tak bisa melupakannya. Seperti ada yang kurang saat sehari saja aku tak menyapanya. Dia pun seakan memberi lampu hijau saat meladeni chat yang aku kirim terlebih dahulu.   ' Aku tidak mau ini berlangsung...

AKU MEMILIHMU (Episode 3)

"Mas Amar,  aku mau berangkat sekolah lebih pagi hari ini," ucap adikku Nayla saat aku masih asyik menonton berita pagi di layar televisi. Kulirik adik bontotku yang telah rapi memakai seragam sekolah. "Memang kenapa?" tanyaku seraya mengalihkan pandangan ke layar kaca lagi. "Ada jam tambahan,  tapi sebelum pelajaran biasa, jadi disuruh lebih pagi," jelasnya kemudian. "Ya udah,  berangkat aja gih . Udah ada sarapan kan?" tanyaku. "Belum ada, aku nggak sempet. Siapin aja sendiri ya,  atau sarapan di luar. Okey ?" Nayla mengerlingkan matanya seakan memberi tanda agar aku setuju. Aku hanya mengangguk mendengar celotehannya. Waktu terasa begitu cepat, menyadari dia sudah berubah menjadi gadis remaja yang cantik. Dia telah mandiri sebelum waktunya. Keadaan memaksa kami untuk saling membantu dan menyadari tugas masing-masing.   Mengisi hari dengan tanggung jawab dan pengorbanan. Ya,  aku dan kedua adikku telah lama ditinggal wafat orang...

AKU MEMILIHMU (Episode 2)

Gedung bergaya minimalis ini masih sepi dari aktivitas. Lobi kantor yang terlihat indah dengan penempatan bunga kertas di sudut ruang menyambutku dan Doni. Satu dua pegawai mulai berdatangan ketika aku mulai mengakrabkan diri dengan ruangan yang lebih dalam khusus pegawai. "Nanti Mas Amar dan Mas Doni ikut breefing ya. Biasa kita menjelang aktivitas ada breefing pagi dulu," ucap salah seorang karyawan wanita bagian personalia. Aku ingat dia kemarin turut hadir dalam tes wawancaraku. "iya, Bu," ucapku dan Doni hampir bersamaan. "Waduh,  dipanggil 'Bu'? Jadi terkesan tua saya," candanya kemudian,  "di sini kita panggilannya Mas dan Mba,  entah itu lebih tua atau muda,  tetap memanggil Mas dan Mba,  jadi panggil aku Mba Devi ya." Kami pun tertawa kecil mendengar penjelasan panjang Mba Devi. Paling tidak ada kesan yang menyenangkan untuk hari pertama kerja ini. Niatku untuk berkerja mencari penghasilan tetap demi menghidupi kedua adikku l...

PENGALAMAN BERHARGA DI ODOP BATCH 7

Seleksi ODOP Batch 7 hampir selesai. Tersisa satu pekan lagi menjelang kelulusan siapa yang akan terus bertahan hingga bisa menjadi keluarga besar komunitas kepenulisan ODOP (One Day One Post). Hampir dua bulan lamanya para peserta ODOP Batch 7 mengikuti seleksi dengan non-stop memposting tulisan di blognya masing-masing setiap hari. Aku sendiri benar-benar merasakan pengalaman berharga dengan mengikuti ODOP Batch 7 ini. Selama hampir dua bulan, aku memposting tulisan di blog. Ini membuatku terbiasa menulis dan semakin lancar merangkai kata.  Dulu susah sekali menulis banyak,  sekarang sudah lebih terbiasa.  Karena seleksi ini mewajibkan posting tulisan minimal lima paragraf per hari. Awal mengikuti ODOP Batch 7 ini, aku sempat ragu. Ya,  karena syarat posting tulisan adalah di blog.  Sedangkan aku sendiri belum mempunyai blog dan tidak tahu bagaimana caranya nge-blog .  Sempat minder juga karena para peserta terlihat sudah lebih dulu menguasai dunia blog...

AKU MEMILIHMU

Sinar hangat mentari belum jua nampak di ufuk timur.  Titik-titik embun masih terasa dingin kala aku menapakkan kaki di rerumputan halaman. Asap putih terlihat mengepul dari atap dapur rumah tetangga kanan-kiri yang berjarak tanah pekarangan dengan rumahku.  Manandakan si empunya sedang mempersiapkan segalanya untuk mengawali hari ini. Pagi khas pedesaan di kaki bukit ini begitu damai.  Tidak ada deru kendaraan yang berlalu-lalang,  hanya sesekali melintas sepeda motor di jalanan depan rumah. ' Masih banyak waktu yang kupunyai untuk menyalurkan hobiku ,' pikirku. Berbekal cangkul, sepatu boot, dan beberapa ikat bibit pohon albasia,  aku bergegas menuju kebun. Ada agenda yang harus kutunaikan pagi ini sebelum berangkat untuk pekerjaan baru. Satu per satu aku mulai menancapkan bibit pohon di tanah yang telah kugali. Rasa senang dan bersemangat mengiringiku melakukan hobi ini.  Entah,  seperti ada kepuasan tersendiri ketika melihat tiap jengkal tanah te...

APA ISI MEDSOSMU?

Setiap orang pasti memiliki hobi dan minat masing-masing.  Ada yang hobi masak,  menjahit,  kerajinan tangan, otomotif,  dan masih banyak lagi. Oh iya,  tak ketinggalan, menulis. Hal ini sedikit banyak mempengaruhi isi dari media sosial orang tersebut.  Ya, media sosial memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Bisa dikatakan medsosmu, cerminan dirimu. Orang yang hobi memasak,  sudah bis dipastikan isi di beranda media sosialnya adalah berkaitan dengan masakan. Orang yang hobi menjahit, beranda media sosialnya pun penuh dengan aneka bahasan tentang dunia menjahit.  Begitu seterusnya. Semua tergantung dengan minat, hobi, dan dunianya masing-masing. Sebenarnya sah-sah saja mengisi beranda media sosial kita dengan hal yang sesuai dengan minat kita. Bukan hal yang salah juga jika bergabung dalam grup-grup di media sosial sesuai kegemaran kita. Yang terpenting adalah,  kebermanfaatan darinya. Jadikan isi dari media sosial kita bermanfaat...