AKU MEMILIHMU (Episode 5, Ending)
Aroma harum teh menguar memenuhi rongga hidung. Secangkir minuman favoritku yang cukup memberikan energi positif di pagi hari. Kusesap sisa cairan manis itu hingga tandas sebelum meraih ransel. Pagi hujan tak menyurutkan langkahku untuk berangkat kerja. "Mas Amar, nanti sore jemput Mbak Salma di stasiun?" Nayla menyusulku di ambang pintu sebelum mesin sepeda motor sempat kunyalakan. "Iya, biar nggak bolak-balik. Pulang kerja langsung jemput dia," jawabku seraya mengancingkan mantel pelindung hujan. "Ya udah. Nggak mampir kemana-mana kan?" tanyanya lagi. "Mampir ambil cincin," jawabku singkat. Hari pertunanganku dengan Nida sudah ditentukan. Segala persiapan telah tersedia demi bertandang ke rumahnya, mempertemukan dua keluarga. Keyakinan dalam hati untuk menyuntingnya menjadi istriku telah mantap setelah izin kukantongi dari ayahnya. Sebuah kepuasan tersendiri ketika berhasil menaklukan rasa gugup bertemu calon mertua. Bab pertama kehid...